CONTOH SKRIPSI JURUSAN TEHNIK ELEKTRO





JUDUL

PERBANDINGAN KINERJA SERVER VIRTUAL
(OPERATING SYSTEM-LEVEL VIRTUALIZATION)
DENGAN SERVER KONVENSIONAL
                                                                                   


SKRIPSI


diajukan untuk melengkapi sebagian persyaratan akademik
guna memperoleh gelar Sarjana Teknik




0704105020020



 










FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH






PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI




Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul “Perbandingan Kinerja Server Virtual (Operating System-level Virtualization) dengan Server Konvensional” bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari tugas akhir atau karya ilmiah yang sudah diplublikasikan oleh pihak lain, kecuali bagian sumber informasinya dicantumkan sebagaimana mestinya. Bila ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan isi pernyataan ini, saya menerima dan menghormati segala konsekuensi akademis yag diberikan oleh Jurusan Teknik Elektro dan atau Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala.

Banda Aceh,  23 Juni 2012




Firdaus Ashri
NIM : 0704105020020
 









PENGESAHAN




Skripsi ini dengan judul “Perbandingan Kinerja Server Virtual (Operating System-level Virtualization) dengan Server Konvensional” dibuat untuk melengkapi sebagian persyaratan akademik pada Jurusan Teknik Elektro, guna memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.
Tugas Akhir ini telah disidangkan dihadapan dosen penguji pada tanggal Dua Puluh Satu Juni tahun Dua Ribu Tiga Belas dan dinyatakan telah memenuhi syarat suatu tugas akhir.

Banda Aceh, 21Juni 2013
Pembimbing II,




Dr. Ir. Rizal Munadi, MM, MT
NIP. 19670815 199303 1 005

Mengesahkan
Ketua Jurusan Teknik Elektro




Dr. Ir. Rizal Munadi, MM, MT
NIP. 19670815 199303 1 005

Pembimbing I,




Yudha Nurdin, ST., MT
NIP. 19791001201012 1 002

 













KATA PENGANTAR




Puji dan syukur penulis tuturkan kepada Allah SWT serta shalawat dan salam penulis hantarkan kepangkuan nabi besar Muhammad saw, sehingga pada kesempatan kali ini penulis dapat menyelesaikan penulisan Skripsi dengan judul PERBANDINGAN KINERJA SERVER VIRTUAL (OPERATING SYSTEM-LEVEL VIRTUALIZATION) DENGAN SERVER KONVENSIONAL.
Dalam pembuatan buku Tugas Akhir ini, penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada:
1.  Bapak Dr. Ir. Marwan, selaku Dekan Fakultas Teknik UNSYIAH.
2. Bapak Dr. Ir. Rizal Munadi, MM, MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro UNSYIAH dan juga selaku pembimbing dalam skripsi saya.
3. Bapak Sayed Muchallil, ST., M.Sc selaku Ketua Bidang Teknik Infomatika dan Komputer.
4.  Bapak Yudha Nurdin, ST.,M.Tselaku pembimbingskripsi saya.
5.  Bapak Fardian, ST., M.Sc selaku ketua seminar dalam skripsi saya.
6. Bapak Dr. Taufiq A. Gani, S.Kom., M.Eng.Sc dan BapakRahmad Dawood, S.Kom., M.Sc selaku dosen penguji dalam skripsi saya.
7. Seluruh Dosen dan Staf Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNSYIAH.

            Penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, namun penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan juga para pembaca.Wassalam.
Banda Aceh,  27 Juni 2013



Firdaus Ashri
NIM : 0704105020020
 






PERSEMBAHAN


TERUNTUK kedua ORANG TUA
beserta KELUARGA TERCINTA.




PERBANDINGAN KINERJA SERVER VIRTUAL
(OPERATING SYSTEM-LEVEL VIRTUALIZATION)
DENGAN SERVER KONVENSIONAL

ABSTRAK




Saat ini,jaringan yang berfungsi untukmenangani pengolahan, pendistribusian dan penyimpanan data secara terpusatumumnya masih mengandalkanserver konvensional. Namun sering kali sumberdaya dari perangkat tersebut tidak termanfaatkan secara optimal.Solusi alternatif ataspermasalahan iniadalah teknologi virtualisasi server.Salah satu software yang dapat digunakan dalam virtualisasi server adalah OpenVZ yangmengadopsi teknikoperating system-level virtualization.Perbandingan kinerja berdasarkan parameter reply time dari server virtual dengan server konvensional merupakan subjek yang menjadi fokus dalam tugas akhir ini. Untuk menunjang keakuratan hasil penelitian turut digunakan pengujian menggunakan metoda statistik, yaitu t-test. Sehingga didapatkan hasil bahwa reply timeserver virtual tidak berbeda dengan server konvensional yang secara umum dapat dikatakan bahwa server hasil virtualisasi mampu memberikan kinerja yang tidak berbeda dengan server konvensional yang berspesifikasi sama.

Kata kunci:kinerja server, server konvensional, server virtual, OpenVZ, operating system-level virtualization,reply time, t-test.




COMPARISON OF THE PERFORMANCE BETWEEN
VIRTUAL SERVER
(OPERATING SYSTEM-LEVEL VIRTUALIZATION)
AND CONVENTIONAL SERVER

ABSTRACT




Todays, network that works to centrally handle the process, distribution and storage of data,generally still depends on conventional server. Howerver, resources of the hard-ware usually are not utilized optimally. One alternative solution for this problem is technology of server virtualization..A software that can be used to virtualize the server is OpenVZand adopts technic of operating system-level virtualization.Using reply time as parameter, the comparison ofperformance between virtual server and conventional server is the subject that will be the focus in this Final Project. To support the accuracy of the test, this study involves statistical methodes; t-test and effect size.As the result, reply time of virtual server is not different with conventional server’s.


Keyword:servers performance, conventional server, virtual server, operating system-level virtualization, OpenVZ ,reply time and t-tes.











 

 

 

DAFTAR ISI





       1.2 Permasalahan  2
       1.3 Tujuan    3

       2.4 Httperf    7
       2.9 Effect Size  11
       2.10 Reply Time  12

                3.2.1 Perangkat Server Konvensional 14
                3.2.2 Perangkat Server Virtual 14
                3.2.3 Topologi 15
         3.3 Pengukuran Parameter 16
                3.3.1 Konfigurasi File Apache2.Conf  16
                3.3.2 Pengambilan Data Reply Time  17

       4.1 Umum      19
       4.2 Reply Time  19
                4.2.2 Analisis Menggunakan Metoda Statistik  23







DAFTAR GAMBAR




Gambar 2.1 Struktur Full Virtualization                                                                     6
Gambar 2.2 Struktur Paravirtualization                                                                      6
Gambar 2.3 Struktur Operating System-Level Virtualization                                    6
Gamabr 2.4 Tampilan Tool Httperf                                                                            8
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian                                                                           13
Gambar 3.2Topologi Peer-To-Peer Server Konvensional-Client                                15
Gambar 3.3Topologi Peer-To-Peer Server Virtual-Client                                           16
Gambar 4.1 Grafik Perbandingan Reply Time Kedua Server                                    21
Gambar 4.2 Grafik Perbandingan Error Rate Kedua Server                                      22

­­­­­­




DAFTAR TABEL




Tabel 3.1 Pengaturan Task Prefork Module                                                               16
Tabel 3.2 Pengaturan Task Worker Module                                                               17
Tabel 3.3 Pengaturan Task Even Module                                                                   17
Tabel 4.1 Data ReplyTime Server Virtual Dan Konvensional                                    20
Tabel 4.2 Analisis Menggunakan T-test                                                                      24







DAFTAR SINGKATAN




CD                  :Compact Disc
CPU                : Central Processing Unit
ES                   : Effect Size
Guest os          :Guest Operating System
Host os            : Host Operating System
IP                    : Internet Protocol
KVM               : Kernel-based Virtual Machine
ms                    :Milli Seconds
OpenVZ          : Open Virtuozzo
OS                   : Operating System
RAM               : Random Access Memories
TCP                 : Transmission ControlProtocol

BAB 1

PENDAHULUAN




1.1 LATAR BELAKANG

Pada suatu jaringan yang menangani pengolahan, pendistribusian dan penyimpanan data secara terpusat masih banyak ditemukannya penggunaan server konvensional sebagai komputer induk. Akan tetapi penggunaan perangkat ini masih terdapat beberapa kekurangan, diantaranya adalah penggunaan sumber daya yang tidak optimal.
Saat ini sudah terdapat alternatif untuk menanggulangi kekurangan yang terdapat pada server konvensional dengan cara melakukan virtualisasi server. Dengan melakukan virtualisasi server maka sumber daya seperti CPU’s, RAM dan ruang penyimpanan pada server konvensional diabtraksi sehingga dapat di pisah-pisah menjadi beberapa server virtual. Virtualisasi server terdiri dari dua komponen utama, yaitu hostos dan guestos. Host os adalah perangkat yang menjalankan aplikasi virtualisasi, sedangkan guestos merupakan perangkat virtual yang dihasilkan oleh aplikasi virtualisasi.
Teknik virtualisasi server ada tiga, yaitu operating system-level virtualization, paravirtualization dan full virtualization. Operating system-level virtualization merupakan teknik virtualisasi yang memiliki keterbatasan pada varianhostos dan juga gusetos nya namun mudah untuk digunakan. Paravirtualization memiliki varian guestos yang lebih banyak dari pada operating system-level virtualization, namun membutuhkan sejumlah kustomisasi pada sistem operasi guestos nya. Sedangkan full virtualization dapat menggunakan semua jenis sistem operasi untuk dijadikan host os maupun guest os nya, namun membutuhkan processor yang sudah mendukung virtualisasi atau sudah berinstruksi svm/vmx.
Dari ketiga teknik virtualisasi di atas, teknik operating system-level virtualization merupakan teknik yang paling mudah diterapkan karena untuk membuat server virtual menggunakan teknik ini tidak membutuhkan waktu yang lama dan juga tidak dibutuhkan kustomisasi untuk penyelarasan hostos dengan guestos-nya. Salah satu software virtualisasi yang menggunakan teknik ini adalah OpenVZ.
Beberapa hal tersebut diatas merupakan kelebihan yang dirasakan oleh developerserver. Untuk mengetahui pengalaman yang dirasakan oleh penggunaserver maka pada penelitian ini dilakukan pengujian kinerjaserver dengan menggunakan reply time sebagai parameter acuan.
Reply time adalah waktu yang dibutuhkan sistem untuk melayani setiap request yang datang dengan satuan milliseconds (ms). Semakin kecil waktu respon yang dihasilkan oleh sebuah layanan jaringan, menunjukkan semakin baik kinerja dari sebuah sistem.Parameter reply time sangatlah penting karena mampu memberikan kesimpulan tentang kecepatan responsereplyrequestserver terhadap request yang didapatnya berdasarkan pengalaman client/user dalam mengakses sebuah server.
Untuk mendapatkan analisis perbandingan dengan menggunakan reply time sebagai parameter pembanding, maka pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap kinerja dari servervirtual dan juga server konvensional. Perbandingan yang dilakukan divalidasi dengan menggunakan metoda statistik.

1.2 PERMASALAHAN

Sumber daya server konvensional belum dimanfaatkan dengan maksimal, untuk dapat memaksimalkannya dapat diterapkan teknik virtualisasi.Hal tersebut merupakan suatu kelebihan yang didapatkan oleh pengelola server. Untuk mengetahui kualitas layanan yang dirasakan oleh client/userterhadap pemanfaatan server virtual dilakukan pengujian kinerja terhadap reply timemenggunakan toolHttperf.

1.3 TUJUAN

              Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kinerja dari server virtual berdasarkan parameter reply timeyang menggunakan teknik operating system-level virtualization. Sebagai pembanding kinerja, digunakan acuan server konvensional.

1.4 METODE PENELITIAN

              Metode penelitian yang digunakan penulis dalam Tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
a.       Studi literatur tentang virtualisasi server, OpenVZ, Httperf, metode hipotesa komparatif (t-test).
b.      Membangun serverkonvensional dan server virtual, mendesain topologi jaringan untuk keduanya dan konfigurasi fileapache2.conf
c.       Mengukur reply time pada kedua server.
d.      Menganalisis data yang telah dikumpulkan.
e.       Melakukan penulisan laporan hasil penelitian.

1.5 BATASAN MASALAH

              Dalam pembuatan penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup permasalahan pada perbandingan kinerja serverkonvensional dengan servervirtual berbasis OpenVZ yang menggunakan Proxmox VE sebagai host os dan parameter penentu kinerja yang digunakan adalahreply time terhadap request yang diterima server. Baik server virtual maupun server konvensional menggunakan sistem operasi Ubuntu Server 12.

1.6 SISTEMATIKA PENULISAN

              Skripsi ini terdiri dari beberapa bab dan masing-masing bab terdiri dari beberapa sub bab. Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai beriktu:
BAB 1 : PENDAHULUAN
Berisi gambaran umum penulisan, mulai dari latar belakang, permasalahan, tujuan, metode penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan.
BAB 2 :      TINJAUAN KEPUSTAKAAN
     Berisi toeri-teori tentang virtualisasi server, OpenVZ, Proxmox VE, Httperf, t-test, dan juga effect size.
BAB 3:  METODE PENELITIAN
     Menjelaskan tentang proses pembuatan server virtual dan server  konvensional beserta cara pengumpulan data.
BAB 4 :      HASIL DAN PEMBAHASAN
     Menampilkan dan mejelaskan hasil perbandingan kinerja antara server virtual dengan server konvensional.
BAB 5:  PENUTUP
                   Berisi Kesimpulan dari hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA           
       Berisi buku-buku rujukan dan referensi lainnya yang dipergunakan dalam penulisan Skripsi ini.

BAB 2

DASAR TEORI




2.1 VIRTUALISASI SERVER

              Virtualisasi bisa diartikan sebagai pembentukanwujudmaya darisesuatu yang bersifat nyata/fisik, misalnya sistem operasi, perangkatstorage/penyimpanan data atau sumber daya jaringan.Software virtualisasi berperan sebagai pemisah sumber daya komputer host os(komputer yang menjalankan aplikasi virtualisasi) dengan sumber daya untuk guest os(komputer maya yang berjalan di dalam komputer host)(Purnoma, 2010).
              Untuk dapat menjalankan aplikasi virtualisasi dengan baik, diperlukan dukungan hardware atau kompabilitas hardware yang baik. Kebutuhan utama yang harus diperhatikan agar aplikasi virtualisasi dapat berjalan adalah processor dan RAM, karena CPU Core, CPU Usage, RAM akan dibagi-bagikan untuk pembuatan server virtual.Ada beberapa aplikasi virtualisasi yang bersifat gratis di Linux yang sangat tepat digunakan untuk kebutuhan server diantaranya VMware Server, OpenVZ, Xen dan KVM(Suprianto, 2009).

2.2 TEKNIK VIRTUALISASI

              Saat ini terdapat tiga teknik virtualisasi server, yaitu full virtualization, paravirtualization dan operating system-level virtualization(Suprianto, 2009).Full virtualizationadalah teknik virtualisasi yang  dapat diterapkan pada setiap sistem operasi, dengan artian bahwa setiap sistem operasi dapat bertindak sebagai host os dan guest os baik itu sistem operasi berbasis Linux maupunberbasis Windows. Software virtualisasi yang menggunakan teknik ini diantarantanya adalah Xen dan VMWare. Struktur  dari teknik virtualisasi ini dapat dilihar pada Gambar 2.1 sebagai berikut:
Gambar 2.1 Struktur Full Virtualization (sumber : http://www.datamation.com)

              Paravirtualizationadalah teknik virtualisasi yang mewajibkan host os nya merupakan sistem operasi berbasis Linux, sedangkan untuk guest os nya dapat digunakan sistem operasi apapun. Software virtualisasi yang menggunakan teknik ini diantaranya adalah Xen dan UML. Struktur teknik virtualisasi paravirtualization dapat dilihat pada Gambar 2.2 sebagai berikut:

Gambar 2.2 Struktur Paravirtualization (sumber : http://www.datamation.com)

              Operating system-level virtualizationmerupakanteknik virtualisasi yang hanya bisa diterapkan menggunakan host os yang berbasis Linux dan guest os nya juga berbasis Linux. Software virtualisasi yang menggunakan teknik ini diantaranya adalah Open VZ dan Linux VServer. Adapun struktur teknik virtualisasi ini dapat dilihat pada Gambar 2.3 sebagai berikut:
Gambar 2.3 Struktur Operating System Virtualization

2.3 PROXMOX VE DAN OPENVZ

  ProxMox VE(Virtual Environment) adalah distro Linux berbasis Debian (x86_64)yang dikhususkan sebagai distro virtualisasi. Proxmox secara default menyertakanOpenVZ dan KVM dan disediakan dalam modus teks (console mode). Prosesadministrasinya dilakukan menggunakan akses web.Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan sistem operasi ProxMox VE seperti halnya Proxmox disediakan hanya untuk mesin 64 bit sehingga tidak bisa digunakan untuk mesin 32 bit.Pada saat instalasi, Proxmoxakan menghapus seluruh isi harddisk(Sugianto, Masim., 2011).
  Jika ingin menggunakan KVM, Proxmox membutuhkan motherboard/CPU yang mendukung teknologi virtualisasi yaitu Intel VT/AMD-V.OpenVZ merupakan operating system-level virtualizaiontechnology yang dibuat berbasiskan kernel Linux. OpenVZ mempermudah server fisik untuk menjalankan berbagai macam sistem operasi berbeda secara terpisah.Berbeda dengan aplikasi virtualisasi lain seperti VMWare atau Xen, OpenVZ memiliki keterbatasan dimana aplikasi ini membutuhkan Linux sebagai host dan guest os nya.
  OpenVZ disusun dari aplikasi Parallels Virtuozzo Containers, sebuah aplikasi komersial yang dibuat oleh Parallels, Inc. OpenVZ dilisensikan ke dalam GPL2, dan di dukung serta disponsori langsung oleh Parallels(Suprianto, 2009). Untuk mnggunakan OpenVZ tidak perlu melakukan instalasi distribusi Linux seperti virtual machine lainnya, karena yang dibutuhkan adalah template yang berisi file system dari distribusi Linux yang diinginkan.Template adalah images yang dibutuhkan untuk membuat mesin virtual baru. Template adalah kumpulan dari paket-paket cachetemplate, dengan cache template yang merupakan sebuah arsip dari paket-paket yang telah ter-install.

2.4 HTTPERF

Httperf adalah Linux tool yang berfungsi sebagai generator beban untuk pengujian performansi server dengan cara menghasilkan beberapa request terhadap responseserver dalam waktu yang bersamaan. Penggunaan tool ini dapat mengurangi penggunaan jumlah komputer yang berfungsi sebagai client untuk menghasilkan request sesuai dengan yang diharapkan secara simultan(Juhri, 2011). Pengujian web serversecara sederhana dapat dilakukan dengancara membuat requestdengan jumlah besarkepadaweb server, sehingga akan terukur jumlah request yang diterima dan jumlah reply yang dikirimkan. Tampilan tool ini seperti dtunjukkan pada Gambar 2.4 sebagai berikut:

Gambar 2.4 Tampilan Tool Httperf

Ada beberapa metrik keluaran dari Httperf yang dikelompokkan sebagai berikut (Theodore, 2003):
a.    Total Section
Menampilkan jumlah total koneksi TCP yang dibuat, jumlah permintaan/ request, jumlah response, dan waktu keseluruhan dari pengujian yang dilakukan.
b.    Connection Section
Menjelaskan kinerja koneksi TCP yang dihasilkan selama pengujian.
c.    Request Section
Menampilkan jumlah request per second yang didapatkan dari pengujian.
d.   Reply Section
Menampilkan statistik dari jumlah reply per second terhadap pengujian yang dilakukan.
e.    Miscellaneous Section
Menyediakan laporan tentang penggunaan CPU dan pemanfaatan jaringan pada mesin klien.
f.     Error Section
     Menampilkan jumlah error yang ditemukan selama pengujian. Padaerror section ini terdapat bagian client-timo yang sangat berguna untuk mengetahui titik jenuh suatu webserver.

2.5 T-TEST

Uji hipotesa komparatif (t-test) adalah uji perbandingan data(sampel) yang berasal dari populasi berbeda namun memiliki variable yang sama, dengan cara membandingkan nilai rata-rata antar sampel(data) yang memiliki populasi berdistribusi normal hingga diperoleh peryataan yang menunjukkan nilai perbandingan. Data yang digunakan berupa data(sampel) yang kecil dan dengan varian populasi tidak diketahui. Terdapat 3 teknik pengujian hipotesa komparatif(t-test) yaitu:
a.    One Sample t-test
b.    Paired Sample t-test
c.    Independent Sample t-test

2.6 ONE SAMPLE T-TEST

            Digunakan untuk satu sampel dengan prinsip untuk menguji apakah suatu nilai tertentu (yang diberikan sebagai pembanding) berbeda secara nyata ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel.Nilai yang dimaksud pada umumnya adalah nilai parameter untuk mengukur suatu populasi. Rumus untuk one sample independent sebagai berikut(Yount, Rick., 2006):
                                                                                                            (2.1)
Keterangan:
t             = uji t
            = rata-rata sampel data kelompok x
       = standar deviasi
N            = jumlah sampel data

2.7PAIRED SAMPLE T-TEST

            Metode ini digunakan untuk membandingkan mean dari suatu sampel yang berpasangan (paired). Dengan pengertian berpasangan adalah sebuah kelompok sampel dengan subyek yang sama namun mengalami dua perlakuan atau pengukuran yang berbeda(Yount, Rick., 2006):
                                                                                                            (2.2)
Keterangan:
t             = uji t
            = rata-rata selisih pengukuran sampel data kelompok x dan y
       = standar deviasi selisih data kelompok x dan y
N            = jumlah sampel data

2.8 INDEPENDENT SAMPLE T-TEST

              T-test merupakan analisis parametrik yang digunakanuntuk menguji perbedaan mean(rata-rata) untuk dua kelompok dan menentukanapakah terdapat perbedaan yang sebenarnya atau secara kebetulan.
              Sampel “independent” adalah subyek yang dipilih secara acak dan ditugaskan secara individual untuk menjadi sampel dari grup. Rumus untuk pengujian nilai t dengan sampel independen adalah (Yount, Rick., 2006):
                                                                                         (2.3)
Keterangan:
t             = uji t untuk sampel independen
            = rata-rata sampel data kelompok x
            = rata-rata sampel data kelompok y
         = standar error rerata x dan y

2.9EFFECT SIZE

              Cohen memberikan aturan bahwa nilai 0,2 adalah kecil, 0,5 sedang dan 0,8 adalah besar sebagai nilai acuan pada penelitian effect size. Dengan pengertian effect size adalah besarnya efek yang ditimbulkan oleh parameter yang diuji di dalam pengujian hipotesis.Effect size (ES)untukuji perbedaan tantarasampelindependen adalahd (Thalheimer, W., & Cook, S., 2002).
Rumus effect sized untuk Independent sample t-test:
                                                                      (2.4)
Keterangan:
d            = effect size
            = rata-rata sampel data kelompok x
            = rata-rata sampel data kelompok y
S pooled    = standar deviation dari kedua sampel

Atau
                                                                   (2.5)
Keterangan:
d            = effect size
t             = uji t
          = jumlah sampel data x
          = jumlah sampel data y
Rumus untuk menentukan nilai dari Spooled adalah:
                                                         (2.6)
Keterangan:
S pooled    = standar deviation dari kedua sampel
          = jumlah sampel data x
          = jumlah sampel data y
Sx              = standar deviasi sampel data x
Sy           = standar deviasi sampel data y

2.10REPLY TIME

              Reply timemerupakan waktu yang dibutuhkan sistem dalam merespon/melayani setiap paket yang datang dengan satuan milli seconds. Semakin kecil waktu respon yang dihasilkan oleh sebuah layanan jaringan, menunjukkan semakin baik kinerja dari sistem tersebut(Juhri, 2011).

2.11 STUDI RELEVAN

              Penelitian tentang server virtual yang berbasis KVM dan OpenVZ sudah pernah dilakukan oleh Dyan Kartikasari. Penelitian yang dilakukan berupa perbandingan kinerja server virtual antar keduanya. KVM dan OpenVZ merupakan aplikasi virtualisasi default yang terdapat pada sistem operasi Promox VE yang diproyeksikan sebagai sistem operasi virtualisasi. Aplikasi KVM merupakan software virtualisasi yang menggunakan teknik full virtualization, sedangkan OpenVZ merupakan aplikasi yang menggunakan teknik operating system-level virtualization. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa server virtual yang dibangun menggunakan OpenVZ lebih unggul dari pada server virtual berbasis KVM, dengan penggunaan RAM dan Harddisk yang lebih kecil(Kartikasari, Dyan., 2012).

BAB 3

METODE PENELITIAN




              Bab ini menjelaskan tentang langkah-langkah untuk melakukan perbandingan kinerja antara servervirtual dengan serverkonvensional yaitu studi literatur, perangkat yang digunakan, topologi yang digunakan, Linux tool yang digunakan untuk mengumpulkan data.Parameter yang diukur yaitu reply time yang terdapat pada kedua server. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Mulai
Studi Literatur
Selesai
Membangun Server Konvensional dan Server Virtual Berbasis OpenVZ

Pengukuran Parameter Reply Time dari kedua Server
Penulisan Laporan
Analisis Data
 

















Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian

3.1 STUDI LITERATUR

              Untuk melakukan perbandingan kinerja server konvensional dengan server virtual diperlukan studi kepustakaan yang berhubungan dengan virtualisasi server dan juga penggunaan tool Httperf. Berbagai sumber informasi dalam hal tersebut sangat membantu proses perbandingan ini. Penulis mengambil informasi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal dan lain sebagainya.

3.2 MEMBANGUN SERVER

              Untuk membangun server konvensional dan server virtual di perlukan beberapa perangkat hardware dan software.Jumlah hardware berupa PC yang berperan sebagai server digunakan sebanyak dua perangkat. Adapun perangkat-perangkat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

3.2.1 Perangkat Server Konvensional

              Server yang digunakan berupak PC yang memiliki spesifikasi sebagai berikut:
- Realtek RTL8106E/8111B Family PCI-E Gigabit Ethernet NIC (NDIS 6.20)
- Intel(R) Pentium(R) 4 CPU 2,93GHz.
- 512MB
- Ubuntu server 12.04 LTS 32 bit

3.2.2 Perangkat Server Virtual

              Pada bagian server virtual, perangkat yang digunakan terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1.    Host OS
     Host os merupakan perangkat yang menjalankan aplikasi virtualisasi yang memiliki spesifikasi sebagai berikut:
-   Realtek RTL8168B/8111B Family PCI-E Gigabit Ethernet NIC (NDIS 6.20)
-   RAM 2 GB
-   Intel (R) Core(TM) 2 Quard CPU Q8400 @ 2,66 GHz.
-   OS Proxmox VE 2.1 64 bit.
2.    Guest OS
     Guest os merupakan perangkat yang dihasilkan oleh aplikasi virtualisasi. Server virtual dibangun menggunakan software OpenVZ memiliki spesifikasi sebagai berikut:
-   RAM 512MB
-   1 CPUs
-   OS ubuntu server 12.04 32 bit.

3.2.3 Topologi

1.    Spesifikasi Client
              Client yang digunakan berupa laptop dengan spesifikasi sebagai berikut:
-   Atheros AR8152/8158 PCI-E Fast Etheret Controller (NDIS 6.20)
-   Intel(R) Core(TM) i5-2430M 2.40 GHz
-   RAM 2 GB
-   OS Ubuntu 32 bit
2.    Kabel UTP
              Kabel ini difungsikan dengan modus/setelan cross, karena fungsi dari kabel ini menghubungkan secara langsung client dengan server. Kabel ini memiliki panjang lebih kurang 2,5 meter.Adapun topologi yang digunakan pada pengukuran parameter server konvensional sebagai berikut:
Cross over
Server konvensional
Client
 






Gambar 3.2 Topologi Peer-To-Peer Server Konvensional-Client


Gambar topologi  peer-to-peer yang digunakan untuk server virtual sebagai berikut:
Client
Cross over
Server
Server
Virtual
 







Gambar 3.3 Topologi Peer-To-Peer Server Virtual-Client
.

3.3 PENGUKURAN PARAMETER

              Pada bagian ini terdapat dua tahapan, yaitu melakukan konfigurasi file apache2.conf dan melakukan pengukuran reply time kedua server dengan tool httperf.

3.3.1 Konfigurasi File Apache2.Conf

              Konfigurasi max client yang terdapat pada kedua server secara default berbeda walaupun kedua server menggunakan apache sebagai webserver nya, karena template OpenVZ yang berisikan sistem operasi Ubuntu Servertersebut sudah dikonfigurasi agar memberikan kinerja yang baik. Oleh karena itu file apache2.conf pada server konvensional harus disamakan agar sama persis dengan pengaturan yang terdapat pada server virtual.
  File apache2.conf terdapat pada direktori /etc/apache2. Pada file tersebut terdapat parameter-parameter yang dapat mempengaruhi parameter reply time. Adapun parameter-parameter tersebut dikonfigurasi menjadi sebagai berikut:

Tabel 3.1 Pengaturan Task Prefork Module
Tabel 3.2 Pengaturan Task Worker Module

Tabel 3.3 Pengaturan Task Even Module

3.3.2 Pengambilan Data Reply Time

  Proses pengambilan data reply timemenggunakan linux tool, yaitu httperf yang dipasangkan pada sisi clien, dan hasil yang didapatkan disimpan dengan cara melakukan capture.Koneksi yang diberikan di mulai dari 1.000 sampai 30.000dengan request yang dimulai dari 50.000 sampai dengan 1.500.000. Adapun perintah yang digunakan adalah:

httperf --server 192.168.0.3 --uri /index.html --rate 10--num-conn 500 –num-call 100               --timeout 1
 
Pada perintah diatas terlihat bahwa Linux tool yang digunakan adalahHttperf,IP serveryang diuji adalah192.168.0.3. Pengujian dilakukan dengan mengakses file“index.html” yang terdapat pada server tersebut.Koneksi(-rate10)dari client adalah 10 koneksi/detik yang kemudian di kalikan dengan num-call 100 sehingga koneksi yang dilakukan menjadi 1000 koneksi/detik. Variabel koneksi(rate) terus dinaikkan menjadi 20, 30, 40 dan seterusnya hingga mencapai --rate 300, hal ini dilakukan untuk memperbanyak sampel data koneksi yang dilakukan oleh client ke server. Sementara variabel request(--num-conn) terus dinaikkan untuk setiap percobaan dimulai dari 500, 1.000, 1.500 dan seterusnya hingga mencapai 150.000. Dan variabel ini juga dikalikan dengan num-call 100, sehingga request yang diberikan terhadap setiap server menjadi 50.000, 100.000, 150.000 dan seterusnya hingga mencapai 1.500.000request. sedangkan variabel --num-call merupakan variabel pengali untuk variabel yang lain sehingga client dapat membangkitkan beban dengan jumlah besar sekaligus tanpa memberatkan perangkat yang digunakan oleh clien. Variabel--timeout 1 adalah variabel yag tidak diubah-ubah pada setiap proses pengambilan sampel data. Variabel tersebut mengharuskan server untuk membalas requestdibawah atau sama dengan satu detik, karena jika melewati batas waktu yang telah diberikan maka request tersebut akan dinyatakan time out.Data dasar yang digunakan untuk setiap satu sampel data telah mengalami 10 kali pengujian. Dan sampel data yang digunakan merupakan hasil rata-rata dari sepuluh data dasar tesebut.

3.4 ANALISIS DATA

              Pada penelitian ini, dilakukan perbandingan sampel data reply timeyang diperoleh dari server virtual dengan sampel data yang diperoleh dari server konvensional dengan memaparkan sampel data yang diperoleh dari kedua server kedalam grafik dan tabel perbandingan. Untuk menunjang hasil penelitian turut digunakan metode statistik yaitu t-test dan jika ditemukan adanya perbedaan berdasarkan t-test maka barulah dilanjutkan dengan penggunaan effect size.

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN




4.1 UMUM    

              Teknologi virtualisasi server merupakan teknologi baru yang sedang digalakkan penggunaannya dengan berbagai isu yang menyertainya, mulai dari penghematan energi, penghematan space/tempat hingga isu go green juga turut menjadi pendamping. Diharapkan hasil penelitian yang diperoleh mampu membantu penyuluhan ataupun penggalakkan penggunaan server virtual.
              Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menampilkan perbandingan kinerja yang diberikan oleh server virtual dengan server konvensional yang dirasakan oleh client. Untuk menunjang hasil penelitian ini turut digunakan metoda analisis statistik, yaitu t-test. Software virtualisasi server yang digunakan adalah OpenVZ. Software ini  menggunakan teknik virtualisasi operating system-level virtualization yang merupakan teknik virtualisasi yang tidak membutuhkan server berspesifikasi tinggi (berintruksi svm/vmx), cukup dengan server yang sudah menggunakan instruksi PAE saja.

4.2REPLY TIME

              Layanan jaringan yang banyak digunakan saat ini adalah layanan webserver, maka apabila kemampuan service webserver tidak sebanding dengan jumlah beban yang dibangkitkan oleh pengguna, besar kemungkinan akan terjadi banyak kegagalan request. Kegagalan request yang terjadi pada server juga akan berpengaruh terhadap beberapa parameter performansi/kinerja, diantaranya adalah kecepatan reply time yang dihasilkan terhadap request yang masuk ke server.
              Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian terhadap server virtual dan juga server konvensional dengan menggunakan tool Httperf sebagai pembangkit beban untuk megetahui reply time yang mampu diberikan oleh keduanya. Adapun data yang telah terkumpul pada penelitan ini dapat dilihat pada Tabel 4.1. Data yang ditunjukkan pada tabel tersebut merupakan data rata-rata yang diperoleh dari hasil Sepuluh kali pengujian untuk setiap sesi pasangan koneksi dan request.

Tabel 4.1 Data ReplyTime Server Virtual Dan Konvensional
Koneksi           : jumlah koneksi yang dibuat oleh client.
Request           : jumlah request yang dikirimkan oleh client.
Request(in)      : total request yang berhasil masuk ke server.
Replies            : total request(in) yang berhasil di-reply oleh server.
Replies(%)       : persentase total request(in)yang berhasil di-reply oleh server.
Error(%)          : persentase total request(in) yang tidak berhasil berhasil di-reply.
Reply time       : waktu yang dibutuhkan oleh server untuk menjawab request(in).
Konv               : Server Konvensional.
Virtual             : Server Virtual.

4.2.1 Analisis Menggunakan Grafik Perbandingan

              Data yang ditunjukan pada Tabel 4.1 memperlihatkan adanya perbedaan kualitas yang tidak signifikan terhadap respon ataupun reply time kedua server, dimana server konvensional membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk membalas request yang masuk, untuk lebih jelasnya dipaparkan pada grafik berikut:

Gambar 4.1 Grafik Perbandingan Reply Time Server Virtual Dengan Konvensional
              Pada dasarnya, waktu yang dibutuhkan oleh kedua server untuk memberikan respon terhadap request yang masuk sama saja jika request yang masuk tidak melebihi kapasitas server ataupun mendekati nilai jenuhnya, namun perbedaan reply time mulai tampak ketika ada reques-request yang tidak berhasil di reply karena faktor  kejenuhan yang dialamiserver.
              Kejenuhan server konvensional terjadi ketika diberikan beban request sebesar 300.000 request dengan menghasilkan reply time sebesar 10,68 ms. Sedangkan server virtual mulai mengalami kejenuhan ketika diberikan beban sebesar 450.000 request dengan menghasilkan reply time sebesar 1,23 ms.
              Berdasarkan Gambar 4.1 terlihat bahwa reply time yang dibutuhkan oleh server virtual ketika sudah mendapatirequest-request yang tidak berhasil di replylebih singkat dibandingkan dengan server konvensional dengan perbedaan yang cukup kecil walaupun perbedaan nilai error rate yang dihasilkan oleh kedua server cukup berbeda. Berikut ini diperlihatkan grafik perbandingan nilai error rate(%) antar keduanya.

Gambar 4.2 Grafik Perbandingan Error Rate Server Virtual Dengan Konvensional
              Data yang ditampilkan pada Tabel 4.1 lebih mudah dipahami dan juga dianalisis jika telah dikonversi kedalam grafik, sehingga kesimpulan dari proses perbandingan lebih mudah ditemukan. SepertiGambar 4.2 yang menunjukkan perbandingan nilai error rate kedua server terhadap bebab request. Nilai error yang dihasilkan oleh server virtual lebih kecil dibandingkan dengan nilai error yang dihasilkan server konvensional, dengan perbedaan yang signifikan. Nilai error yang dihasilkan oleh servervirtual pada penelitian ini hanya berkisar antara 0% samapai 0,5%, sedangkan server konvensional dari 0% samapai dengan 1,5%.
              Berdasarkan hasil perbandingan yang telah dilakukan menggunakan acuan nilai reply timedapat diambil kesimpulan sementara bahwa penggunaan server virtual tidak akan menurunkan kecepatan reply timebahkan sedikit lebih cepat.Dengan penerapan virtualisasi servertingkat error ratejuga menjadilebih kecil dibandingkan dengan server konvensional yang berspesifikasi sama. Untuk meyakinkan hasil dari kesimpulan tersebut selanjutnya digunakan metode statistik berupa t-test dan juga effect size.

4.2.2 Analisis Menggunakan Metoda Statistik

              T-test merupakan suatu metoda statistik yang bertujuan untuk mengetahui apakah benar ada perbedaan diatara suatu perbandingan.Effect size juga merupakan suatu metoda statitik namun memiliki fungsi yang berbeda, dimana effect sizemerupakan suatu tindakan analisis lanjutan yang dapat dilakukan setalah hasil t-test diketahuidan menghasilkan pernyataan “ada perbedaan diantara suatu perbandingan”. Effect size bertujuan untuk melakukan standarisasi terhadap perbedaan yang ada kedalam ukuran “kecil”, “sedang” dan juga “besar”.
              Hasil analisis perbandingan reply time antara server virtual dengan server konvensional dengan menggunakan metoda t-testdapat dilihat pada Tabel 4.2 sebagai berikut:



Tabel 4.2 Analisis Menggunakan T-Test

Konvensional
Virtual
N
30
30
Mean
9,46
7,59
CI bawah (99%)
7,58
5,37
CI atas (99%)
11,33
9,81
T-Test (2-tail, 99%)
0,10

Keterangan:
N                              : jumlah sampel data yang digunakan.
Mean                        : nilai rata-rata sampel data yang digunakan.
CI bawah (99%)       :confidence interval bawah untuk taraf kepercayaan 99%.
CI atas (99%)           : confidence intervalatas untuk taraf kepercayaan 99%.
T-Test (2-tail, 99%)  : hasil pengujian menggunakan metoda t-test dengan taraf kepercayaan 99%.

              Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa kedua server menggunakan jumlah sampel data yang sama yaitu 30 sampel data, namun nilai rata-rata untuk kecepatan waktu membalas request atau disebut juga reply time yang ditampilkan sangantlah berbeda, dimana rata-rata reply time server konvensional adalah 9,46 ms, sedangkan server virtual hanya 7,59ms
              Setelah dilakukan pengujian menggunakan t-test yang berfungsi untuk mendapatkan kepastian apakah perbedaan itu ada diatara keduanya dengan pendekatan statistik maka hasil yang didapatkan adalah 0,10, yang berarti bahwa “tidak ada perbedaan nilai reply time” antara server virtual dengan server konvensional. Adapun cara membaca hasil penggunaan metode t-test adalah sebagai berikut:
t-test α berarti bahwa ada perbedaan.
t-test α berarti bahwa tidak ada perbedaan.
  Taraf kepercayaan yang digunakanpada penelitian ini adalah 99%, maka nilai α yang didaptkan adalah{(99-100)/100} adalahsebesar 0,01, sehinggadidapatkan 0,10 > 0,01 yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan reply time antar server virtual dengan server konvensional.
  Karena hasil analisis dengan menggunakan t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan reply time pada kedua server berdasarkan data yang digunakan pada penelitian ini maka penggunaan metoda analisis lanjutan berupa metoda effect size tidak dapat dilanjutkan. Metoda ini hanya dapat dilakukan jika hasil pengujian menggunakan t-test menunjukkan adanya perbedaan antara kedua kelompok sampel data yang dibandingkan.
              Jadi, kesimpulan pada penelitian tahapan perbandingan reply time antara server virtual dengan server konvensional adalah reply timepada server virtual adalah sama, dengan kata lain bahwa serverhasil virtualisasi mampu memberikan kinerja yang sama dengan server konvensional yang berspesifikasi sama terhadap parameterreply time.

BAB 5

PENUTUP




5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan perbandingan kinerja server konvensional dengan server virtual berbasis OpenVZ yang telah dilakukan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1.    Pengujian server virtual dengan server konvensional telah berhasil dijalankan dengan menggunakan spesifikasi hardwareyang sama.

2.    Hasil perbandingan server virtual dengan server konvensionalmenunjukkan reply timepada servervirtual sedikit lebih cepat.

3.    Pengujian dengan menggunakan t-test, diperoleh bahwa hampir tidak ada perbedaan kinerja pada server yang diuji.


 



DAFTAR PUSTAKA




Juhri, 2011, Pengujian Distribusi Beban Pada Server Apache  Menggunakan Sistem Network Load Balancing. Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Kartikasari, Dyan. 2012. Analisa Perbandingan Metode KVM dengan OpenVZ pada Mesin VPS(virtual private Server) di PT. Lintas Data Prima Yogyakarta. Yogyakarta : AMIKOM

Purnoma, 2010. Membangun Virtual PC dengan VirtualBox,Edisi Satu, Yogyakarta: ANDI.

Sugianto, Masim. 2011. Panduan Virtualisasi &Cloud Computing padaSistem Linux. Bekasi.

Suprianto. 2009. Membangun Server Hemat Energi. Info Linux Edisi 06/2009. Halaman 24-28.

Thalheimer, W., & Cook, S. 2002,.How to calculate effect sizes from published research articles: A simplified methodology. Retrieved November 31, 2002 . Available:(http://work-learning.com/effect_sizes.htm).

Theodore Bullock. (2003). httperf: Web Workload Generator Quickstart Guide.


Yount, Rick. 2006. Statistical Procedures.Research Design and Statistical Analysis in Christian Ministry.4th ed.Chapter 20

 





DAFTAR RIWAYAT HIDUP


DATA PRIBADI
Nama                                       :  Firdaus Ashri
Jenis Kelamin                          :  Laki-laki
Tempat/Tgl. Lahir                   :  Banda Aceh, 31Maret 1989
Agama                                     :  Islam           
Kewarganegaraan                   :  Indonesia
Alamat                                                :  Jl. K. Hamzah no.11 Dsn. Meunasah Tuha Desa
                                                Rukoh Kec. Syiah Kuala Banda Aceh
Fakultas/Jurusan                      :  Teknik / Teknik Elektro
NIM                                        :  0704105020020
No.HP                                     :  085260253214
Email                                       :  firdaus.ashri@gmail.com

PENDIDIKAN FORMAL
1995 – 2001                : SDN 82 Banda Aceh
2001– 2004                 : MTsN 4 RukohBanda Aceh
2004 – 2007                : SMAN 3Banda Aceh
2007 – 2013                :Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala
Semester aktif             : 12 (dua belas)
PENGALAMAN ORGANISASI
Periode
Organisasi
Jabatan
2002-2003
OSIS MTsN
Ketua Seksi Kesegaran Jasmani & Rohani
2004-2007
Patroli Keamanan Sekolah SMAN 3
Anggota
2005-2006
PASKIBRAKA SMAN 3
Anggota
2006-2007
Pelajar Islam Indonesia
Anggota